Kisah Perjuangan Arif Suyono Masuk Timnas dengan Sepatu Hasil Ngutang
Bagi para penggemar Sepak Bola tentu tidak asing dengan pemain yang satu ini. Arif Suyono adalah salah satu pemain Tim Nasional Indonesia yang namanya meroket berkat penampilan cemerlang nya membela Indonesia di ajang Piala AFF 2010. pemain yang berjuluk supersubs ini memang sering dicadangkan oleh pelatih Alfred Riedl dan seringnya dimainkan di babak kedua menggantikan pemain muda Oktovianus Maniani. Keputusan Alfred Riedl memang tepat, dengan memasukan Arif di babak kedua dapat memberikan suntikan semangat dan moral bagi pemain Indonesia. Tak jarang ia menjadi pemecah kebuntuan Tim Nasional Indonesia ketika berlaga di lapangan hijau. Seperti yang saat Indonesia melawan Thailand, Ia masuk menggantikan Okto dan berhasil memaksa pemain Thailand melakukan pelanggaran di kotak Pinalti yang mnghasilkan 2 kali tendangan Pinalti yang sukses dieksekusi pemain bintang Bambang Pamungkas.
Skill Individu Arif Suyono juga sangat bagus. Sering kali ia menyusup ke daerah pertahanan lawan dengan mengecoh beberapa pemain lawan. Dengan kemampuannya itu, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pemain bintang masa depan. Namun, tahukah kalian untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah. Tahukah kalian bagaimana perjuangan seorang Arif Suyono hingga bisa menjadi seprti sekarang ini? Dulu ketika Arif masih berumur 16 tahun, Ia pernah berhutang untuk membeli sepatu sepak bola.
Kisah perjalanan Arif Suyono meniti karir sebagai pesepakbola profesional tidak mulus-mulus saja. Pada satu waktu, supersub timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu bahkan harus mendapatkan sepatu sepakbola hasil berutang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepuluh tahun lalu, saat Arif masih berusia 16 tahun. Ketika itu pemuda kelahiran Batu, Malang, tersebut hendak ikut seleksi masuk ke dalam tim Piala Gubernur.
Yang menjadi masalah, alumni SMU Islam Batu tersebut tidak lagi memiliki sepatu sepakbola yang layak pakai. Sepatu yang ia miliki saat itu, sebuah sepatu pemberian teman sekolahnya, sudah koyak.
Kegelisahan gelandang Sriwijaya FC itu tak luput dari perhatian keluarga besarnya. Ningsih, kakak kedua Arif, pun akhirnya nekat berutang sepatubola dengan harga Rp 150 ribu demi sang adik.
“Kami kasihan lihat dia, bingung untuk dapat sepatu, kemudian kami sepakat mengutangkan di sebuah toko sepatu yang saya kenal,” cerita Ningsih sembari meneteskan air mata.
Melihat kakaknya membawa sepatu baru, Arif muda tak ayal langsung berlinangan air mata. “Kemudian dia berangkat dengan menangis. Kami sekeluarga tiap malam menggelar salat untuk mendoakan dia saat itu. Agar bisa jadi orang sukses,” tutur Ningsih.
Faktor ekonomi memang menjadi salah satu kendala dalam perjalanan Arif menimba ilmu sepakbola. Tak jarang ia sampai harus menunggu hasil upah sang ayah sebagai buruh di pasar, sebelum berangkat latihan.
“Kalau mau minta ongkos berangkat, kami kakak-kakaknya harus meminta uang kepada bapak, dengan mendatangi ke pasar,” ungkap Ningsih.
Untungnya Arif yang kelahiran 3 Januari 1984 tersebut memang dapat limpahan dukungan tanpa henti dari keluarga besarnya. Impian pemain yang dibesarkan bersama 12 saudaranya itu selalu ditempatkan sebagai prioritas keluarganya.
“Tujuan kami saat itu Arif biar jadi orang sukses dan mampu membantu keluarga. Karena kami 12 bersaudara dengan orangtua hanya kerja serabutan,” ujar Ningsih yang tiada hentinya meneteskan air mata.
Saat ini Arif sudah sukses, tapi ia tidak lupa kalau apa yang ia peroleh saat ini tidak lepas dari peran keluarga. Maka keluarga besarnya pun pun ikut menikmati hasilnya. Melalui kucuran dana Arif, bisnis keluarga dibangun melalui usaha kripik.
Keywords:
| arif suyono (215) | | arif suyono timnas (74) | | hasil seleksi timnas U 14 (7) | | arif suyono sriwijaya fc (5) | | hasil seleksi timnas u14 (3) | | hasil seleksi tim nasional u-14 (3) | | Foto arif suyono (2) | | kisah perjuangan mencapai sukses (2) | | pengumumuan seleksi timnas u 14 (1) | | perjalanan kesuksesan arif suyono (1) |Facebook comments:
![RizkyAgung[Dot]Com RizkyAgung[Dot]Com](http://rizkyagung.com/wp-content/uploads/2012/01/RizkyAgung1.png)













usaha gigih dan dukungan orang2 terdekat…. membuat kekuatan pikiran dan mimpi menjadi kenyataan…..
iya bro..
tetep semangat!!